Penemuan Kacamata Tertua Didunia Berusia 3000 Tahun

Sunday, September 24th 2017.

Penemuan Kacamata Tertua Didunia Berusia 3000 Tahun

 

Kacamata menjadi salah satu alat untuk membantu penglihatan yang bisa digunakan baik anak-anak hingga orangtua. Nah, lantas bagaimana kehidupan orang terdahulu sebelum munculnya kacamata? Dan bagaimana kemunculan pengaruh kemunculan kacamata terhadap kehidupan mereka sehari-hari? Berikut ulasan sejarah munculnya kacamata!

 

Sejarah kemunculan kacamata

Sebelum kacamata muncul, bangsa-bangsa terdahulu percaya jika berkurangnya daya lihat hanya untuk mereka yang telah tua. Padahal, tidak menutup kemungkinan juga jika anak-anak atau remaja juga memiliki daya lihat yang rendah.

Kepercayaan tersebutlah yang menjadikan bangsa berperadaban terbesar di dunia seperti China, Yunani, Mesir dan Maya beranggapan bahwa seorang yang telah kehilangan daya lihatnya, maka kejayaannya akan segera hilang.

Pengurangan daya lihat ini memang tidak bisa diindahkan. Beragam alat atau bendapun digunakan untuk membantu seseorang bisa melihat. Salah satunya kaisar Nero yang harus menggunakan batu zamrud untuk bisa melihat pertarungan gladiator kesayangannya.

Sejarah munculnya kacamata dimulai dari pengenalan hukum pembiasaan cahaya oleh Ptolemy, seorang filsuf dari Yunani. Meski begitu bukan hal yang mudah untuk mengembangkannya. Baru 1000 tahun setelahnya Alhazen seorang matematikawan dan astronom asal Arab bisa mengidentifikasi hukum-hukum pembiasan untuk membantu penglihatan.

Melewati beragam penelitian, akhirnya kacamatan ditemukan oleh bangsa Niniwe dan ini tercatat sekitar 3000 tahun yang lalu. Bahan pertama yang digunakan untuk membuat kacamata ini terbuat dari batu kristal dan fungsi awalnya sebagai kaca pembesar. Pada abad ke12 di kawasan Eropa dan China mulailah perkembangan kacamata melesat.

Roger Bacon di tahun 1268 menemukan kacamata baca dan mulai tahun 1300an, kacamata mulai diproduksi.  Pertama kali kacamata ini diproduksi di Venesia dan menjadi pabrik pertama yang mampu memproduksi kaca lunak. Perkembangan kacamata inipun tak berhenti sampai disitu.

Berawal kesulitan dalam pemakaian dan lensa yang masih sederhana, beragam percobaan terus dilakukan hingga tercetuslah ide pemasangan kacamata dengan tangkai yang dikaitkan ke telinga pada tahun 1727.

Lensa dari kacamata sendiri juga terus berkembang. Benjamin Franklin di tahun 1784 akhirnya berhasil membuat lensa cekung dan cembung dalam satu bingkai atau disebut dengan kacamata bifokus. Perkembangan bifokus ketika itu masih dibuat potongan-potongan.  Lensa cembung dan cekung bisa menyatu dengan baik baru sekitar tahun 1908-1910

 

Kacamata menjadi simbol status sosial

Perkembangan sejarah munculnya kacamata semakin pesat sekitar 200 tahun kemudian. Kacamatapun akhirnya menjadi salah satu simbol status sosial. Tak heran, ketika itu bingkai kacamata dibuat dari bahan yang cukup mahal yakni emas dan perunggu. Jadi hanya mereka yang kaya yang bisa mengenakannya.

Pada abad ke18  di kawasan Inggris dan Jerman, kacamata menjadi salah satu alat yang trendi yang digunakan mereka baik pria atau wanita yang terhormat saja. Itulah sejarah munculnya kacamata tertua 3000 tahun silam.