Inilah Akibat Jika Salah Memakai Ukuran Kacamata yang Perlu Anda Ketahui

Sunday, October 22nd 2017.

Image result for eye exam

Apa Saja Akibatnya Jika Salah Pilih Ukuran Kacamata?

 

Salah pilih ukuran kacamata – Memakai kacamata memang menjadi solusi yang paling tepat bagi orang-orang yang menderita gangguan penglihatan. Baik plus atau hipermetrophi dan atau minus atau miopi. Semua gangguan mata tersebut sudah ada jenis kacamatanya sendiri-sendiri dengan desain lensa tersendiri sesuai dengan tingkat gangguan penglihatan yang dimiliki. Namun bagaimana jika kita salah pilih ukuran kacamata?

Kesalahan memilih ukuran kacamata ini bukanlah hal yang sepele, karena akan menyebabkan hal yang sangat merugikan bagi mata. Mata sudah mengalami gangguan, ingin diatasi dengan menggunakan kacamata, tetapi yang terjadi malah ukuran kacamata salah, sehingga malah membuat mata semakin bermasalah.

Setiap ada gangguan mata seperti miopi atau hipermetrophi, tingkatnya akan berbeda-beda. Seperti miopi atau minus dimulai dengan minus -0,5, -1,0, -1,5, – 0,75, dan sebagainya. Penggunaan kacamata minus memang sama, namun untuk ukuran lensanya akan berbeda-beda. Untuk itulah jangan sampai kacamata yang kita gunakan sudah sesuai ukurannya.

Ada akibat terburuk yang akan dialami jika salah pilih ukuran kacamata, yakni eyesight deteriorates (sebuah kondisi mata yang semakin memburuk). Ini akan menyebabkan mata minus semakin bertambah dan bahkan bisa menjadi plus.

Contoh kesalahan pemilihan ukuran kacamata adalah ketika mata kita telah diperiksa dan dinyatakan mengalami +0,5 dioptri untuk mata kanan dan +0,25 dioptri untuk mata kiri. Namun kacamata yang dipakai malah berukuran jauh berbeda, yakni -2,0 dioptri untuk mata kanan dan -1,75 dioptri untuk mata kiri.

Seharusnya kacamata minus dengan lensa cembunglah yang kita pakai karena gangguan mata yang kita alami adalah gangguan mata minus atau miopi atau rabun jauh. Kemampuan untuk tidak bisa melihat benda yang jauh, tetapi justru kita memakai kacamata plus yang seharusnya dipakai oleh orang dengan gangguan mata hipermetrophi atau rabun dekat. Inilah kesalahan yang sangat fatal.

Gejala yang akan kita alami saat salah pilih ukuran kacamata adalah pusing saat memakai kacamata tersebut. Karena memang bukan lensa yang seharusnya dipakai. Kesalahan ini bisa terjadi karena kesalahan pemeriksaan saat membeli kacamata di optic. Karena ada optic yang masih awam, sehingga hanya memeriksa gangguan mata hanya dengan deretan huruf yang dikenal dengan Snellen Chart tanpa menggunakan sistem komputerisasi yang bagus.

Sehingga pemilihan kacamata akan didasarkan pada pendapat dari penderita, apakah sudah jelas kelihatan apa belum dalam membaca huruf-huruf tersebut melalui penggantian beberapa jenis lensa. Jika sudah dirasa cukup, maka petugas optic langsung menyatakan bahwa memutuskan bahwa ukuran kacamata yang tepat adalah dengan ukuran lensa sekian. Inilah awal mula terjadinya salah pilih ukuran kacamata.

Namun kesalahan juga tidak sepenuhnya dari pihak optic saja, melainkan juga dari si penderita gangguan mata. Kesalahan pemilihan optic yang terbaik pun bisa dijadikan alasan yang paling nyata. Seharusnya melakukan pemeriksaan di optic yang sudah dilengkapi dengan pemeriksaan menggunakan sistem komputerisasi atau melakukan pemeriksaan langsung ke dokter mata untuk lebih akurat. Maka dari itulah kejadian salah pilih ukuran kacamata tidak akan terjadi lagi.